7 Teknik Sukses Interview Kerja

Data yang dilansir oleh salah satu lembaga survey negara mengatakan bahwa ada sekitar 16.000 orang alumni perguruan tinggi (Sarjana) yang tidak memiliki pekerjaan. Beberapa waktu lalu disalah satu acara Job Fair yang diadakan di Jakarta. Banyak sekali anak-anak muda yang mengantri untuk mendapatkan pekerjaan. Hal ini berimbas juga kepada universitas-universitas yang ada. Pihak kampus diminta oleh pemerintah untuk mensuplai alumni-alumni yang siap pakai didunia kerja.

thumb_interview

Bagi penulis, salah satu yang harus disalahkan bukan hanya penyelenggara pendidikan, tapi juga kembali kepada individu-individunya masing-masing. sudahkah memiliki skill tertentu selama menjalani masa perkuliahan. Jika hari ini mencontek masih menjadi kebudayaan yang melekat didalam diri setiap mahasiswa, maka pastikan keluar kampus hanya akan memenuhi jejeran pengangguran. Menambah panjang barisan srjana-sarjana yang tak berpekerjaan.

Selain menjadikan mahasiswa memiliki daya saing tinggi, kampus juga diharapkan mampu membuat mahasiswanya bermental mandiri. Tidak bergantung kepada siapapun sehingga pada saat lulus kuliah, mereka siap bertarung menggunakan semua sumberdaya yang dia miliki. Terlepas dari semua itu, kita membagi karakter alumni ini kedalam 2 kategori, profesional dan pengusaha.

Tulisan ini tidak akan membahas mental pengusaha, namun akan fokus pada profesionalisme yang harus dimiliki alumni. Sebagai insan terdidik, ada beberapa hal yang menjadi pegangan setiap individu. Yakni menjadi ahli dan profesional. Ini berkaitan langsung pada dunia kerja. Kita anggap kalao kita memiliki skill tertentu dan siap menjajal beberapa perusahaan terkemuka.

Saat ini perusahaan bahkan badan usaha milik negara level nasional bahkan multinasional memiliki otoritas sendiri dalam melakukan rekrutmen, ada juga yang menggunakan jasa pihak ketiga untuk mencarikan mereka SDM-SDM unggul berdasarkan kriteria yang diinginkan perusahaan dari kebanyakan, serangkaian tes yang biasa dilakukan adalah :

Seleksi Berkas -> Seleksi Tertulis -> seleksi Psikologis -> seleksi Wawancara

Dari kesekian seleksi, yang paling menentukan seseorang dinyatakan lulus adalah wawancara. Karena biasanya kandidat akan langsung bertemu pihak management dan bahkan direksi perusahaan. Banyak yang terkadang gagal karena statementnya sendiri. Ia tidak mengusasi apa yang harus ia sampaikan kepada pihak perusahaan ini berakibat fatal dan menyebabkan mereka tidak diterima berkerja pada perusahaan tersebut.

Berikut ini beberapa tips yang bisa dijadikan bahan pertimbangan ketika melakukan tes wawancara.

  1. Persiapkan prediksi pertanyaan yang kira-kira akan ditanyakan. Susun list pertanyaan yang kira-kira akan muncul pada sesi wawancara kita dengan pihak perusahaan. Setelah itu kita akan tau bahkan minimal bisa menebak apa jawaban terbaik yang bisa kita berikan jika pertanyaan itu muncul pada saat wawancara. Misal berapa gaji yang diinginkan, apa yang bisa kita berikan untuk perusahaan, dan sebagainya
  2. Cari sebanyak mungkin data dan identitas perusahaan yang akan kita masuki. pelajari arah perusahaan, pelajari market place perusahaan, bahkan kebudayaan yang ada didalam perusahaan, sehingga jawaban yang kita berikan bisa diarahkan menuju apa yang diinginkan perusahaan
  3. Pertanyaan yang ditujukan akan banyak rangkaiannya, sesekali kita dibelokkan pada permasalahan lainnya sehingga kandidat secara tidak langsung akan diuji seberapa konsisten kita dalam mempertahankan ide dan gagasan.
  4. Perhatikan attitude. kita harus tahu kapan kita membutuhkan senyum, kapan kita harus menatap mata lawan bicara dan kapan kita melakukan gerakan-gerakan ringan. Hindari membungkuk, karena itu akan membuat seseorang terlihat lemah dan tidak meyakinkan. Maka posisi gestur juga sangat penting dalam hal ini.
  5. Jawab pertanyaan tidak terlalu pendek juga tidak terlalu panjang. Jawaban diinginkan adalah jawaban yang padat. Tidak bertele-tele dan tidak ambigu. Straight to the point
  6. Tutup sesi wawancara dengan statement yang meyakinkan. “apapun yang terjadi, perusahaan bapak tidak akan memilih kandidat yang kurang baik”, “semua keputusan ada ditangan perusahaan, apapun itu pastilah yang terbaik” . dan kalimat-kalimat lain yang bisa digunakan agar menunjukan kebesaran jiwa dan ketulusan kita dalam melakukan interview
  7. Tunjukan rasa hormat. Membungkukkan badan saat berdiri sebelum keluar ruangan akan memberikan persepsi kalao seseorang menghormati lawan bicaranya. Ini penting agar kita tampil sebagai kandidat yang patut di perhitungkan

Itulah ketujuh tips yang bisa kita gunakan ketika menghadapi sesi ineterview. Berhasil tidaknya tergantung kita sendiri, kita yang memiliki persiapan yang lebih tuntu memiliki peluang yang lebih untuk dipilih. Maka semua bergantung apda seberapa siap seorang dalam melakukan setiap sesi seleksi kerja. Sampai disini artikelnya, sampai jumpa di artikel selanjutnya.

Harry Utama

Harry Utama

Harry Utama Putra, S.Pd at SpeakOut OPI Mall
Tutor Speakout Palcomtech Cabang Opi Mall
Harry Utama

Latest posts by Harry Utama (see all)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

[+] kaskus emoticons nartzco


Shares